Mutiara Amaly Vol-31 Mutiara Amaly Vol 32 Mutiara Amaly Vol 33 Mutiara Amaly Vol 34 Mutiara Amaly Vol 35 Mutiara Amaly Vol 36

Kamis, 26 Februari 2009

Akhir Kalam Majalah Mutiara Amaly


Air Mata

Indahnya kepekatan malam, menguraikan keagungan ciptaan Allah yang Maha Esa, menggamitkan segala rindu yang terpendam jauh di lubuk hati.

Tat kala hati berkata-kata sendiri, ada mutiara mengalir di pipi. Ntah mengapa hilang sudah kesabaran air mata ini untuk bertahan dari menitis. Andai masih ada kekuatan dalam diri, akan ku pendam segalanya sendiri dan biarlah hanya Alah Yang Maha Mengetahui. Kadang-kala, hati ini bagai diketuk-ketuk dengan sesuatu hingga ianya dibiarkan bicara sendiri.

Selalu ingat pesan sahabat, insan yang selalu menghiburkan hati yang senantiasa menangis sendiri, walau hanya seorang sahabat namun dia selalu memberikan nasihat persis seorang abang yang menuntun langkah adiknya yang baru bertatih.

Kadang-kala biarkan hati berbicara, usah biarkan ianya diam sendiri hingga merusakkan tubuh yang memerlukan sokongan hati. Andai hati selalu mengingatiNya, maka Dia akan selalu ingat pada hambaNya walaupun hambaNya sering melupakanNya. Selangkah kita dekat kepadaNya, 1000 langkah dia hampir dengan kita.

Aku bukan seorang yang tabah karena air mata mengalir bagaikan tiada erti.

Sebenarnya, air mata itu tidak perlu dihabiskan dalam masa sehari. Simpan pula untuk esok, masih ada esok untuk menangisi segala penyesalan kepadaNya, memang indah bila air mata itu mengalir karenaNya tapi usahlah berduka karena mungkin esok, kita akan bertemu kekasih kita [Muhammad s.a.w], menangislah sepuas hati dan biarlah hati berbicara.

Serahkan segala pengaduan kepadaNya. Dia memberikan sesuatu ‘hadiah’ [masalah/cobaan] untuk memberikan kekuatan kpd kita. "Ya Allah, kiranya Engkau mengetahui hasrat hatiku, perkenankan ia agar hati ini kembali seperti sedia kala, izinkan hambaMu berlabuh ditiraiMu. Bila sesuatu itu datang, ia pasti pergi.

Sahabat jua selalu ingatkan, ”yang hidup pasti mati, yang mati akan dihidupkan kembali. Bila sesuatu musibah itu melanda seseorang, maka Allah lah tempat pengaduan yang paling utama. Dari Allah kita dtg dan kepadaNyalah kita akan kembali… ”Biarlah catatan ini terhenti disini, apabila badan itu menderita sakit, maka tidak berguna makanan, minuman, tidur dan istirahat. Demikian jua pada hati, (apabila telah ditimpa oleh cinta dunia) maka tiap nasihat itu tdk memberikan manfaat kepadanya.
Ads
Adsvertisement

0 komentar:

Posting Komentar

 
Ads Ads Ads Ads Ads Ads

Mutiara Amaly vol 28. Copyright 2008 All Rights Reserved