Mutiara Amaly Vol-31 Mutiara Amaly Vol 32 Mutiara Amaly Vol 33 Mutiara Amaly Vol 34 Mutiara Amaly Vol 35 Mutiara Amaly Vol 36

Kamis, 26 Februari 2009

Dari Meja Redaksi Majalah Mutiara Amaly


Alhamdulillah, semoga masih ada setitik titisan kasih sayang Rabbul Izzati. Diri ini sebenarnya dekat dengan cinta. Tapi cinta ini berbeda dari cinta biasa, cinta ini berlandaskan keikhlasan dan ketaatan diri pada Yang Maha Esa. Cinta yang mekar dengan subur bila mana ada sifat tawadhuk (rendah diri) kepada keagunganNya.

Cinta sebenarnya dekat dengan diri, bila senantiasa ingat padaNya wa’aupun 1000 cobaan melanda, diri tetap tenang dalam apa jua keadaan. Hati akan senantiasa tenang kalau diri ingat pada Allah Yang Maha Esa. Kalau diri ikhlas beribadat, insyaAllah cinta akan semakin mekar dalam hati kepadaNya.

Diri sering kali bercinta dengan manusia, tapi tak sadar cinta yang paling indah ialah bercinta di sepertiga malam terakhir bersama kekasih Yang Satu. Itulah sebenar-benar cinta.

Ya Allah ampunilah segala khilaf dan salah serta ketidak berdayaan hamba-hamba Mu yang dhoif ini.

***

Di setiap detik yang berlalu kita memohon kepada Allah agar senantiasa bertambahkan kebaikan. Doa ikhlas kami untuk semua saudara yang selalu bersusah payah menebarkan Risalah ini. Kesilafan dan kekurangan selalu dimohonkan maaf, apa yang di luar jangkauan kekuatan kami, kepada Allah kami memohon dan kembalikan segala urusan.

Kebersamaan kita bukan karena tujuan lain, selain kebaikan dan kebenaran. Mari tetap bersama-sama menempuh jalan ini. Jalan Allah... Islam yang kita cintai.. sampai mati. Amin.
Ads
Adsvertisement

0 komentar:

Posting Komentar

 
Ads Ads Ads Ads Ads Ads

Mutiara Amaly vol 28. Copyright 2008 All Rights Reserved